Oleh: Hendrawan | Oktober 20, 2008

Pengampungan bahasa modern

Untuk kita para pekerja IT yang sering berhubungan dengan user non-IT, terkadang kita harus merubah beberapa istilah teknis yang modern menjadi bahasa yang lebih manusiawi, sehingga kita dan mereka sama-sama mengerti. Efek dari proses manusiawisasi itu terkadang cukup membuat terkekeh-kekeh :D Simak saja beberapa istilah berikut ini:

Cemplung: Arti harfiahnya: Masukin nilai ke database
Contoh penggunaan: ‘hasil perhitungan fungsi ini nanti dicemplungin ke tabel master’

Siram: Arti harfiahnya: Masukin data langsung ke database. Mirip dengan cemplung, perbedaannya belum diketahui dengan pasti :D
Contoh penggunaan: ‘program entri datanya belum siap yah?  Kalo gitu datanya kita siram langsung aja dah’

Tembak: Arti harfiahnya: Merubah data menggunakan perintah SQL (FYI, di environment kerjaku, merubah data secara langsung menggunakan perintah SQL adalah hal tabu yang sebisa mungkin dihindari, karena merusak flow bisnis yang ada)
Contoh penggunaan: ‘Koreksi dari kesalahan perhitungan tadi langsung kita tembak aja ke tabel master’

Naikin/Turunin: Arti harfiahnya: Upload/download data dari server.
Contoh penggunaan: ‘Tolong data pelanggan yang baru dinaikin ke server production yah’

Pantek: Arti harfiahnya: Hard-Coded.
Contoh penggunaan: ‘Khusus untuk kasus ini, Transaction Code-nya kita pantek aja langsung di program’

Gelondongan: Arti harfiahnya: Bulk / Semuanya dikirim sekaligus.
Contoh penggunaan: ‘Histori transaksi hari ini kita kirim gelondongan ke client’

Apa lagi yah.. Nti kalo inget aku updet lagi de postingan ini.

Bagaimana dengan tempat kerjamu :)

Oleh: Hendrawan | Oktober 11, 2008

Utang kok bangga :)

Buat anda-anda sekalian yang punya kartu kredit, apalagi yang limitnya (jauh) lebih besar dari pendapatan, jangan terlena yah. Inget kalo kartu kredit itu statusnya utang (yang berarti harus dibayar :P )

Buat yang belum punya kartu-kredit, mending nabung, banyakin saldo trus belanja pake debit-card aja deh. Keuntungannya banyak kok:
1. Gak ada iuran tahunan. Ada biaya administrasi kartu si, tapi cuman sekitar 5rb/bulan atau 60rb/tahun. Bandingkan dengan iuran tahunan kartu kredit yang sekitar 150rb/tahun.
2. Gak ada bunga. Bunga kartu kredit itu gede banget. 3,75% per bulan, yang berarti 45% per tahun!
3. Tarik tunai gratis di ATM bank tersebut. Biasanya kartu debit jadi satu dengan kartu ATM, sehingga hal ini dimungkinkan. Selain itu tarik tunai di ATM lain juga bisa dengan memanfaatkan jaringan ATM bersama/alto/rintis/dkk dengan biaya administrasi yang ringan. Tarikan tunai menggunakan kartu kredit (dalam istilah bank disebut ‘cash advance’) mengharuskan kita membayar biaya administrasi sekitar 50rb, dan perhitungan bunganya lebih mahal dari transaksi kartu kredit biasa, sekitar 4% per bulan, yang berarti 48% per tahun!
4. Langsung nge-debit uang kita, yang berarti kita gak punya beban/utang di bank. Buat yang gak tau, beban utang di bank itu dicatat semua secara tersentral di Bank Indonesia, dan dihitung kolektibilitasnya (kelancaran pembayaran). Telat bayar tagihan kartu kredit bisa jadi nilai minus buat kita di Bank Indonesia. Hal ini sangat berpengaruh untuk pertimbangan pengambilan kredit bank (KTA/KPR/dkk).
5. Kartu debit kebanyakan bank saat ini sudah menggunakan jaringan VISA, so kita juga bisa membuatnya seolah-olah jadi kartu kredit di seluruh merchant yang menggunakan logo VISA.

Anyway, untuk yang sudah terlanjur punya kartu kredit, maksimalkan keuntungan memiliki kartu kredit yang anda miliki. Contohnya lewat promo diskon-diskon yang ditawarkan merchant, atau dengan power-discount yang sering kita lihat promo-nya dimana-mana. Tapi hati-hati, jangan terjerumus ke gaya hidup konsumtif. Gunakan kalau kita butuh. Intinya adalah pengendalian diri :)

So.. Bulan ini Kartu kredit mandiri punya promo apa yah guys.. :P

Oleh: Hendrawan | September 29, 2008

Do As Infinity is Back Euy!

Masih ditengah-tengah suasana lebaran, kemarin aku kebetulan minal-minul dan curhat-curhatan ama seorang temen lamaku, Tomiko Van *halah* (oh iyah, posting ini di-post setelah buka, jadi gpp kalo bo’ong :P ). Dia curhat, bahwa setelah melakukan rapat konsolidasi (emang himpunan :D ) beberapa waktu lalu, Do As Infinty (salah satu grup band favoritku) akhirnya memutuskan untuk bersatu kembali *yay*. Tanggal yang mereka pilih adalah tanggal 29 September (hari ini), dimana tanggal ini juga merupakan ulang tahun ke-9 Do As Infinity (dari awal mereka terbentuk) dan ulang tahun ke-3 sejak mereka memutuskan untuk bubaran. Menurut rencana, tanggal 30 besoknya mereka akan mengadakan konser perdana di Yoyogi Park Jepang, gratis. (tunggu aja di youtube, paling beberapa jam kemudian bakalan ada yang upload :P ) Untuk album resminya sendiri, mereka menjadwalkan untuk rilis pada musim semi berikutnya (euh, buat yang hidup di negara empat musim, musim semi berikutnya itu kapan yah?)

Well, keputusan yang bijak sepertinya yah, setelah Missile Innovation, band rock/punk yang digawangi Rio Owatari (lead guitaris DAI), gak begitu laris di pasaran dan album solo kedua Tomiko Van (Cover Lovers Rock) yang hanya terjual sekitar 8.000 copy (Farewell, album solo pertamanya sendiri sebenarnya juga cuma terjual sekitar 25.000 copy).

Sekedar informasi, personel tetap DAI sendiri sebenarnya hanya dua orang diatas ini, sisa personel lainnya hanyalah additional player (yang paling sering tampil dikenal sebagai Great Tour Band). Personil utamanya ada satu lagi si sebenernya, Dai Nagao, salah satu pendiri yang aktifnya cuma di belakang layar jadi composer sebagian besar lagu-lagu DAI.

Well… I’m waiting for their surprises :)

Oleh: Hendrawan | September 22, 2008

Mendapatkan kepercayaan orang dan memanfaatkannya

Masih tentang L, ada satu lagi sifatnya yang ingin aku bahas disini (selain kejelekannya yang suka ngerokok :D )

Tentang kepercayaan orang. Entah kenapa orang-orang percaya banget kepadanya. Aku sering lihat orang-orang sering sharing tentang segala hal, mulai dari gosip-gosip kantor yang baik maupun buruk (eits, jangan salah, meskipun yang di-refer sebagai ‘kantor’ ini cuman sebuah software house kecil, tetap banyak intrik yang berkecimpung disana), skenario langkah pak bos jegal-jegal-an dengan lawan, sampai masalah kantor orang lain. Meskipun yang aku tahu cuman sebatas soal pekerjaan, tapi dengan kepercayaan dari orang lain yang dia miliki bukan gak mungkin orang lain juga sharing-sharing hal personal mereka (tapi aku gak ngurusi kalo yang ini, aku cuman ngurusi gosip-gosip tentang kantor dan peluang kerja di tempat lain dari link-link yang dia miliki, yang secara tak langsung ikut membawaku ke tempat yang sekarang :P )

Nah… Kira-kira dari mana dia bisa mendapatkan kepercayaan orang seperti itu?  Salah satu alasannya mungkin seperti yang sudah disebutkan di post sebelumnya, yaitu low profile, yang membuat orang lain percaya dan ndak susah menceritakan isi kepalanya. Hal lain yang aku notice dari caranya berinteraksi adalah; dia gak segan-segan menceritakan sebuah hal yang sifatnya rahasia kepada orang lain, untuk memancing orang itu menceritakan rahasianya (mungkin karena ngerasa kalo lawan berbicaranya sudah berbagi rahasia yah, jadi kita juga terdorong untuk berbagi, psychological effect).

Selain itu dia juga pintar mengatur nada bicara ketika menanyakan hal yang sebenenernya bersifat rahasia. Nada dan cara dia bertanya mengesankan bahwa seolah-olah yang dia tanyakan itu hal yang biasa aja. Sebuah efek psikologis lain yang secara refleks membuat orang lain menjawab dan membuka rahasianya tanpa sadar.

Scary eh, jadi inget tentang social engineering :D

Oleh: Hendrawan | September 22, 2008

Mengembangkan sikap Low Profile

Bulan puasa merupakan bulan penuh rahmat, dimana umat muslim berlomba-lomba membersihkan dosa masing-masing dan mendapatkan ampunan dari Tuhan. Untuk melengkapi proses pembersihan dosa tersebut, kita juga saling meminta maaf terhadap kenalan dan kerabat kita, untuk menghapus dosa-dosa kita dari mereka. Tradisi minal minul ini kebetulan mempertemukanku dengan seorang kenalan lama (untuk menjaga objektivitas, sebut saja namanya ‘L’) yang dulu sempat aku kagumi.

Apa yang aku kagumi dari seorang L ini.. Post kali ini aku ingin menceritakan sedikit tentang dia.

Umumnya, ketika muncul seorang karyawan baru di tempat kerja kita, secara tak langsung ego kita sebagai seorang yang lebih senior (meskipun secara posisional mungkin sama dengan orang baru tersebut) muncul. Apalagi kalo orang baru tersebut fresh grad. Wes… langsung, jiwa senioritas ala ospek kampus langsung mencuat :P Ini aku amati pasti secara gak sadar muncul dalam jiwa orang kebanyakan. Mulai dari yang gak mau ngobrol kalo gak diajak ngobrol duluan, sok-sok-an ngobrol sendiri dengan para senior, memandang rendah skill-nya dia, meremehkan kemampuannya, sok tahu, sok lebih ahli, dan segala macem sikap-sikap superioritas lainnya (untungnya di tempat yang sekarang aku gak ngerasa digituin oleh temen-temen yang selevel denganku yang lebih dulu masuk. Oh teman-temanku, bahagianya aku dipertemukan dengan kalian :D )

Disinilah letak perbedaan si L. Dia low profile banget dan gak nganggap junior-juniornya berada di bawahnya dia (fyi, disini aku berposisi sebagai juniornya, meskipun gak dibawahnya dia). Dia yang ngajak kita-kita (para newbies) ngobrol duluan, gak jaim kalo nongkrong ma kita-kita, ketika ngobrol santai dengannya dia gak menunjukkan aura-aura ke-senioritas-an, dia ngajarin tanpa menggurui, dsb. (susah kalo dideskripsikan, intinya gak ada ego seorang senior lah). Tapi…. gak menunjukkan ego senior bukan berarti dia trus kita injek-injek. Tetep dia punya kharisma seorang senior.

Gimana caranya kok bisa gitu? Wah, ndak tau yah. Aku bukan dia. Yang jelas si kita ngerasain perasaan kayak gitu terhadap dia.

Nah… apa efeknya. Orang-orang pun kemudian dekat dengannya dan menganggapnya teman. Buat yang dah kerja, tau kan bedanya antara ‘rekan kerja’ dan ‘teman’.

Trus… Apa untungnya? Gini coy, (selain dari sisi sosial dimana kita pasti perlu teman disaat kita butuh), kita tu kerja hampir gak mungkin selamanya cuman di tempat yang sama. Pasti pindah-pindah de. Ketika perusahaan tempat kita bekerja dah gak butuh kita lagi, apa yang bakal mereka lakukan? Mereka pasti bakal mendepak kita dengan segala macam cara. Untuk survive kita butuh banyak link, bukan cuman sekedar link, tapi link dengan pagerank yang tinggi (halah :P ), apalagi rumornya, setelah melewati masa fresh grad, referensi berperan besar terhadap kepercayaan calon perusahaan terhadap kita.

Kita juga gak bakal tau nasib orang lain gimana. Ketika sekarang kita diatas mereka, gak ada yang jamin kita bakal diatas mereka selamanya. Siapa tahu mereka pindah ke tempat lain yang lebih sesuai dengan kapasitas mereka, dan disana mereka lebih berkembang, who knows? Kalau di waktu mereka susah kita cuman memandang remeh mereka, ah… kita telah kehilangan satu link berharga.

Selama ini mungkin cuma menghargai link dari orang yang saat ini sudah berposisi diatas kita, tapi gimana dengan mereka yang selevel atau bahkan dibawah kita?

Tulisan Sebelumnya »

Kategori