Setelah menempati kos baru, saya baru merasakan susahnya kehidupan. Bukan karena sekarang saya sudah merasakan jadi orang kantoran yang dengan rutinitas masuk pagi pulang sore setiap hari, ataupun karena gak ada televisi, gak ada AC, gak ada komputer, gak ada pembantu yang nyuciin baju sehingga saya harus nyuci dan nyetrika baju sendiri (hehe ^_^), gak ada sepeda motor sehingga kalo kemana-mana harus naik angkot (tapi gak penting juga, secara saya gak pernah kemana2, karena gak tau harus kemana), gak ada PS2 buat main Winning Eleven (ah, tapi saya kalahan kok), gak ada gitar buat (belajar) main musik (ada yang bisa? ajarin dong. pingin ngeband juga neh… :p), gak ada tempat tidur (cuma dikasi kasur, tipis lagi, eh, apa matras ya namanya ini), gak ada shower/pancuran (kayak di rumah saya ada aja :p), gak ada persewaan komik dan persewaan dvd (ada si kayaknya, VideoEzi or something gitu, yang sepertinya kalo mau ndaftar harus pake KTP jakarta, lama2 saya jadi pingin bikin KTP Jakarta jg ni).

Alasannya simple dan cuma satu sodara-sodara, gak ada internet!
Gak bisa lagi ngakses IGO dan BB17, juga cari-cari informasi tentang ayam kampus, cewek bispak dan cewek bisyar :P

Di kantor ada internet, tapi lelet banget dan banyak website yang di blok (itu juga dah bersyukur kali, gak semua orang dapet akses internet). Tapi suasana sangat gak mendukung. Secara, gak lucu banget kalo internetan di tengah orang2 yang lagi pada stress merhatiin green screen, sibuk ngutak-atik JHA (stands for Jack Henry & Associates, aplikasi Core Banking yang digunakan oleh sebuah Bank swasta terkemuka tempat saya bekerja ^^), ngoding pake RPG/400, ngompile program RPG-ILE, dan mesra-mesra-an dengan IBM AS/400 (hehe, mulai ngeracau gak jelas). Paling cuman nyalain Web Messenger, sama curi2 browsing2 dikit, itu juga rasanya gak tenang. Apalagi buat ngakses IGO dan BB17, juga cari-cari informasi tentang ayam kampus, cewek bispak dan cewek bisyar, hehehe.

Di Jakarta dan Bintaro biaya warnet gak beres. Masak sejam rata-rata 4000-6000an. Gila! Mahal banget. Di Surabaya aja sekarang dah pada masang tarif 2000an (setidaknya itu harga di sebuah warnet di perbatasan surabaya/sidoarjo yang saya gunakan beberapa saat sebelum saya bertolak ke Jakarta).

Gajian bulan depan, beli laptop kompie n internet ah :p Internet yang murah apa yah… Kemarin dah cari2 si ketemunya XL Corporate (resellernya banyak banget, termasuk quasar, yang kabarnya lagi ada promo modem GSM murah). Pilihan kedua adalah paket ngorbit starone, 99rb/bulan dengan quota 1GB. Ada lagi yang lain sebenarnya, di Surabaya ada operator GSM baru, namanya axis. Kalo gak salah lagi ada promo internet gratis 500MB/bulan, tapi di Jakarta kok gak ada yah operator itu. Tumben ada barang baru masuknya di Surabaya dulu.

Sebelum kos disini si, saya nebeng di tempat temen yang pake fastnet. Gila, murah banget. Cuma bayar 300rb sebulan dapet internet 768kbps unlimited, cable connection (gak terpengaruh cuaca). Speed-nya stabil banget at full speed (FYI, 768kbps = 96KBps). Paket termurahnya pun cuma 99rb/bulan, itu dah dapet internet unlimited 384kbps. Bandingkan dengan speedy 384kbps paket 1000MB yang harganya 200rb/bulan, dengan kualitas koneksi yang dudut, speed naik turun, dan sering ngambek. Di Surabaya sebenernya fastnet dah masuk (btw saat ini speedy ada promo khusus pelajar/mahasiswa, quota 1000MB/bulan cukup bayar 100rb/bulan untuk 3 bulan pertama, diskon modem juga loh), cuman coverage-nya belum seberapa. Berhubung fastnet ini menggunakan koneksi kabel (ada TV kabelnya juga loh, atau sebenernya malah TV kabel dengan fasilitas internet?), maka proses registrasi dan instalasinya agak berbelit, kecuali calon pelanggan mau mbandani ngolor kabel dari access point terdekat ke rumah mereka.

Untuk sementara saya sudah cukup puas dengan laptop pinjaman (yang sayangnya harus segera saya kembalikan) + im3 dengan tarif Rp 1/KB. Yah.. cukup lah buat YM-an dan cek email :)

*) judul diatas cuma pingin ngetes gimana cara google ngindex. Saya tidak menyediakan informasi sama sekali tentang ayam kampus, cewek bispak, cewek bisyar, tapi saya mendukung IGO dan BB17 :P

Posted by: Hendrawan | April 21, 2008

Makan untuk hidup, atau Hidup untuk makan?

Setelah menjalani sendiri, salah satu yang membuat kehidupan di Jakarta berat adalah soal makan. Makanan disini mahal banget. Makanan level warteg aja normalnya menghabiskan +/- 10rb sekali makan (bandingkan dengan Surabaya yang hanya menghabiskan sekitar 5rb untuk makanan level tempe penyet :P). Anyway, ada yang menarik soal kebudayaan orang sini, mereka biasa minum teh tawar (atau biasa disebut ‘teh’ saja). Kalo kita bilang ‘teh’ disini, normalnya mereka (penjual makanan) akan membawakan teh tawar, kecuali kalo kita bilang teh manis. Selain itu, sependep pengamatan saya ketika makan di warteg, orang sering cuma minum air putih saja, gak tau kenapa. Mungkin karena faktor harga, atau orang-orang disini lebih aware terhadap keuntungan minum air putih ya :)

Saya sendiri menghabiskan sekitar sejuta sebulan cuma untuk urusan makan. Sehari makan tiga kali, dimana sekali makan sekitar 10rb (jadi 10rb X 3 kali sehari x 30 hari sebulan). Ditambah sesekali jajan. Bagaimana dengan anda? (Halo…. ada yang baca blog ini gak si :P)

Hal lainnya yang membuat hidup di Jakarta mahal adalah soal papan. Harga kos disini cukup mahal (dibandingkan Surabaya tentunya, oh my homeland… aku kangen harga-harga murah disana :P). Apalagi jika mempertimbangkan beli rumah di Jakarta, oh God. Expensive! Jakarta yang segitu padetnya sudah pasti susah untuk menemukan lahan kosong. Otomatis perumahan-perumahan biasanya berada di daerah pinggiran, dan normalnya perkantoran ada di tengah kota. Sebenarnya si gak papa, sayangnya Jakarta suka macet, parah lagi. Hal ini membuat rumah pribadi yang ada di tengah kota jadi mahal banget. Solusi alternatif adalah rumah susun yang terlihat di beberapa sudut kota ini, tapi saya belum punya informasi lebih lanjut soal ini.

Untungnya, tempat kerja saya berdekatan dengan STAN, dan di dekat STAN ada daerah pemukiman yang banyak ditempati mahasiswa, jadinya harga kos dan makan disana agak sedikit lebih murah dari harga normal, meskipun diimbangi dengan standard kebersihan yang lebih rendah :)

Posted by: Hendrawan | April 9, 2008

Pindah Hosting Tanpa Down Time

“Duh, hostingku mulai lelet ni, padahal yang ngakses situsku tambah banyak. Banyak yang komplain de. Order2 pada batal. Gimana ya…?”

Solusinya tentu saja: pindah ke web hosting yang lebih cepat! Jika target visitor kita adalah orang Indonesia, maka sebaiknya gunakan web hosting yang terkoneksi langsung dengan IIX, dimana hampir semua ISP-ISP Indonesia juga terkoneksi dengan IIX, sehingga akses pengunjung dari Indonesia akan jadi sangat cepat. Contoh web hosting IIX yang cepat dan bagus adalah AhliHosting.Com (ngiklan sedikit boleh dong :P)

Sekarang permasalahan baru muncul, pindah hosting tentu tidak segampang membalikkan telapak tangan. Pindah hosting ibaratnya seperti pindah lokasi toko. Anda harus memboyong barang2 anda dari toko lama ke toko baru dan menyiapkan tempat dan ruangan di toko baru sehingga dapat menampung properti2 anda yang lama. Belum lagi di masa pindahan tersebut, anda tidak bisa melayani pengunjung toko anda.

Bagaimana solusinya?

Tips berikut bisa anda lakukan untuk melakukan perpindahan hosting tanpa harus mengalami downtime. Disini diasumsikan anda telah memesan account di provider web hosting baru anda dan sudah mendapatkan username.

1. Backup seluruh data dari provider hosting lama anda. Termasuk setting email, setting database, dan public_html. Kosongkan inbox anda, karena jika anda menggunakan cara ini, inbox anda tidak akan ikut terkopi. Tambahan tips: jika web hosting lama dan web hosting baru anda sama-sama menggunakan cPanel, maka anda dapat melakukan full backup dari web hosting lama anda, sehingga anda tidak perlu melakukan backup data anda satu per satu.

2. Upload file backup tersebut ke provider web hosting baru anda. Setiap provider hosting biasanya mempunyai alamat IP yang dapat anda gunakan untuk mengupload file meskipun domain anda belum anda arahkan kesana. Tanyakan pada provider web hosting baru anda untuk mendapatkan alamat IP ini. samakan setting public_html di web hosting baru dengan yang lama, juga restore kembali backup-backup dari database dan setting email. Tambahan tips: jika web hosting lama dan web hosting baru anda sama-sama menggunakan cPanel, dan anda telah melakukan full backup pada langkah sebelumnya, anda cukup mengupload full backup tersebut ke web hosting baru anda dan menghubungi support team mereka untuk merestorekan full backup tersebut (anda harus menghubungi support team karena hanya administrator system yang bisa melakukan restore).

3. Pastikan setting pada web hosting baru anda sudah sesuai dan dapat website anda dapat berjalan dengan normal. Seperti yang telah disinggung tadi, provider hosting biasanya punya alamat IP sementara yang dapat digunakan untuk mengakses website anda sebelum domain anda diarahkan ke sana. Jika web hosting baru menyediakannya, cobalah untuk mengakses website baru anda dan pastikan semuanya berjalan lancar. Jika provider hosting baru anda tidak menyediakannya, tidak apa-apa, pastikan saja bahwa anda telah:

a. Memindahkan seluruh file public_html dan file-file lain yang dibutuhkan script anda (biasanya tidak sampai keluar dari direktori public_html).
b. Memindahkan seluruh tabel database anda beserta isinya. Anda dapat melakukannya lewat phpMyAdmin.
c. Membuat account email di web hosting baru anda seperti account-account yang ada pada web hosting lama anda.
d. Menyesuaikan path-path pada script anda sehingga sesuai dengan kondisi web hosting baru anda (alamat path dapat anda lihat pada cPanel, atau tanyakan pada support team).
Jika anda melakukan full backUp, harap diingan bahwa poin (d) tidka tetap harus anda lakukan secara manual.

4. Setelah selesai, langkah terakhir adalah login ke domain provider anda, dan arahkan nameserver ke web hosting baru (tanyakan pada support team). Pada masa transisi ini (bisa terjadi maksimal 3-4 hari setelah poin 4 dilaksanakan), sebaiknya anda tidak menerima order secara online, dan mematikan fungsi2 yang berhubungan dengan update database. Dikarenakan pada masa ini pengunjung bisa saja masuk ke web hosting baru atau web hosting lama anda, sehingga dikhawatirkan dapat terjadi ketidak konsistensian data.

5. Setelah 4 hari, cek dengan WHOIS untuk memastikan web hosting baru anda telah aktif (lihat pada bagian nameserver, cek apakah sudah benar mengarah ke web hosting baru anda). Jika setelah 4 hari dan semua berjalan normal, maka anda dapat meninggalkan provider web hosting lama anda dan membuka kembali toko online/website anda.

Posted by: Hendrawan | April 1, 2008

Need for speed Underground @ Jakarta

Dua bulan lebih sudah saya merasakan panasnya udara Jakarta. Berhubung dalam waktu dekat saya berencana pindah ke Bintaro, mungkin akan saya ceritakan sedikit tentang pengalaman orang katro dari pedalaman Surabaya ketika menapakkan kaki di tanah ibukota.

Kesan pertama, like most people does, panas, poluted, and macet (tapi nggak pake bechek dan gak ada ojhek.

== sarana transportasi di jakarta ==
Orang katro macam saya pasti bingung kalo mau naik transportasi umum di Jakarta (secara, di Surabaya cuman ada angkot :P). Sependek pengetahuan saya, ada cukup beragam sarana transportasi masal di Jakarta, beberapa yang saya tahu adalah (diurutkan berdasarkan kapasitas masing2 kendaraan):

- KRL: Stands for Kereta Listrik. Seperti komuter di Surabaya kayaknya. Punya trayek2 dalam kota yang bisa dinaiki dua arah. Saya sendiri cuma pernah coba naik KRL ke bogor. Ada 3 strata sosial di KRL. Yaitu KRL Ekonomi, dengan kepadatan sekitar 12 orang per meter persegi (katanya salah satu blog yang saya lupa alamatnya), berangkat setiap 15 menit sekali menurut jadwal, tapi pada kenyataannya ndak selalu tepat waktu. Panas dan harus hati2 terhadap copet. Tarifnya beragam, tergantung stasiun naik dan stasiun turun. Tarif yang paling murah 1000,  jaraknya sekitar 2 stasiun. Secara overall: Not recommended. Strata berikutnya adalah KRL Ekonomi AC (Semi Express). Lebih sedikit elegan, sedikit lebih mahal, lebih bersih, serta agak sedikit lebih lowong dibandingkan yang ekonomi. Pintunya otomatis (kalo yang ekonomi pintunya selalu terbuka :P), dan ber AC + kipas angin. Tarifnya jauh-dekat 6000. Strata paling tinggi adalah kereta express. Kalo yang ini belum pernah naik, jadi belum bisa cerita apa2. Tapi kalau gak salah lihat, tarifnya jauh-dekat 12000.

-Busway: ini sarana transportasi yang lagi ngetren. Kalo naik hari kerja dan jam efektif, bisa dipastikan berdiri, kecuali kalo naiknya dari terminal yang ujung. Menjangkau jalan-jalan utama di Jakarta. Tarifnya murah (saat ini si 3500 tarif normal, 2000 tarif hemat) dan bisa pindah koridor (bahasa busway buat ‘trayek’) gratis. Busnya bersih dan nyaman, serta ber-AC. Berdiripun ndak masalah rasanya. Kecepatannya lumayan stabil karena punya jalur sendiri di jalan. Jumlah armadanya pun relatif banyak, jadi gak perlu terlalu lama nunggu (kecuali untuk jam2 khusus seperti pulang kantor).

- Bus: Sama lah kualitasnya seperti di Surabaya, kalo rame ya berdiri, kalo sepi ya dapet duduk, kadang ada orang ngamen ato mbagi2kan dagangannya. Tarifnya kalo ndak salah 2000. Bus ini ndak mesti damri. Ada perusahaan2 lain yang juga mengoperasikan bus dalam kota. Menjangkau trayek jalan gede dan agak jauh.

- Minibus: Ada beberapa perusahaan yang mengoperasikan mini bus. Yang aku tahu ada Kopaja, Kopami, sama Metro Mini. kapasitasnya kira-kira separuhnya bus biasa. Bentunknya juga lebih mungil. Tarifnya 2000 atau 2500 (untuk yang melewati tol). Juga menjangkau jalan yang lebih kecil dari jalur bus. Signal untuk turunnya agak kasar, biasanya orang menggedor2 atap minibus atopun pintu dan kaca bis untuk memberitahukan supir kalo mau turun.

- Angkot dan Mikrolet: Seperti lyn bemo kalo di Surabaya. Untuk angkutan-angkutan umum diatas (kecuali KRL ekonomi), jauh dekat tarifnya fix. Kalo yang ini, tarifnya maksimal 3500, tapi kalo dekat biasanya sopirnya toleransi. Minimal 1000 la tapi. Kebangeten rasanya kalo bayar angkot pake gopek. Kendaraannya tidak mempunyai sekat antara ruang penumpang dan ruang supir (jadi relatif lebih aman dibandingkan lyn di Surabaya). Gak pake bel, jadi kalo mau turun tinggal bilang ‘kiri pak’, atau menjentikkan jari di langit2 mobil. Kapasitasnya standard, bangku panjang 7 bangku pendek 5, meskipun susah mendapatkan kondisi ideal seperti itu :P

- Bemo: Kendaraan umum roda tiga ini sudah mulai hilang dan jarang ditemui, jadi saya ndak seberapa tau. Sepertinya bemo ini kendaraan umum yang bergerak dengan sistim trayek, seperti mikrolet dan angkot, tapi menjangkau jalan2 yang kecil.

- Taxi: Standard la ya. Semua kota besar pasti punya ini. Ada yang gak punya argo, ada yang punya argo tapi gak pake argo, dan ada yang pake argo. Tarifnya ada yang tarif biasa dan ada yang tarif lama (lebih murah). Kalo mau naik taksi, pilih yang ada stikernya tarif lama, atau yang merek blue bird (katanya orang2 si lebih terjamin).

- Bajaj (baca: bajai): Kendaraan yang sebenarnya vespa ini cukup nyaring bunyinya (meskipun ada versi BBG yang lebih halus suaranya, namun masih jarang berkeliaran). Kapasitasnya 2 orang. Ya.. seperti becak lah. Pembayaran dilakukan dengan penawaran terlebih dahulu di awal.

- Becak: Kapasitas normalnya 2 orang. Sangat jarang terlihat, tapi rasanya pernah lihat :P

- Ojek: Saya masih susah menengarai yang mana ojek dan yang mana pengendara motor biasa (ada yang punya tips untuk mengenali tukang ojek?). Kalau mau gampang, cari pangkalan ojek. Biasanya pangkalan ojek ada di tempat-tempat strategis yang melayani jalan yang tidak/susah terjangkau kendaraan umum.

- Ojek sepeda: Ndak susah kok cari duit di jakarta, cukup modal sepeda pancal, hehe. Biasanya ojek model ini mangkalnya di pasar-pasar tradisional.

== pengamen di jakarta ==

Suatu ketika saya menemui beberapa orang pengamen yang agak nodong. Mereka cuma masuk, lalu berkoar2 soal keadilan, dimana katanya indonesia kaya tapi kenapa banyak kemiskinan, dan semboyan2 patriotis lain. Tapi ujung2nya mereka minta duit buat makan, dan kalo gak dikasih, dengan agak memaksa mereka bakal terus minta sambil bilang ‘ayolah bos, buat makan, 1000 aja, bagi rejeki dong, dsb’.

Well, sementara itu dulu, sekarang lagi sok sibuk. Next time dilanjut :)

Posted by: Hendrawan | Februari 27, 2008

Memindahkan milis-milis pada Yahoo!Groups

Jika anda membuat account yahoo baru, sedangkan pada account yahoo lama anda terdapat subscription dari milis-milis yang anda ikuti, dan anda ingin memindahkan milis-milis tersebut dari account lama anda ke account baru anda (seperti yang saya alami beberapa waktu lalu), maka anda dapat mengikuti tips ini.

Pertama, login terlebih dahulu ke account yahoo baru anda, setelah itu masuk ke situs utama Yahoo! Groups, lalu masuk ke menu Manage My Groups. Pada bagian bawah halaman, anda akan melihat tulisan kecil “Don’t see all your groups?”, klik pada tulisan tersebut, maka anda akan dibawa ke halaman baru. Pada halaman tersebut, “add a different email address” untuk setiap email address lama anda. Tentu saja untuk setiap alamat email yang anda masukkan, Yahoo akan meminta konfirmasi kepemilikan email tersebut. Berarti sekarang anda harus login ke email lama anda, dan mengklik link konfirmasi yang dikirimkan Yahoo ke email tersebut.

Setelah semua email anda sudah anda tambahkan, click “Continue”, Yahoo akan memeriksa apakah ada milis-milis yang tergabung atas nama email-email tersebut. Jika ditemukan, Yahoo akan memberikan konfirmasi untuk memindahkan milis-milis tersebut ke account anda yang baru ini. Lanjutkan saja. Setelah proses ini selesai, maka milis-milis tersebut akan beralih ke account yahoo baru anda dan siap untuk di-manage.

Older Posts »

Categories