Beberapa hari lalu ada seorang teman kerja yang baru saja menikah, kebetulan nikahnya di luar pulau (tempat orang tua sang cewek). Kemarin aku sempat ketemu dengannya dan terjadilah sebuah percakapan seperti berikut:
*bla bla bla, ngomongin kerjaan*
Paknya: Wis yo mbang, aku tak mulih dhisek.
Aku: Loh, mbalik ta pak? Kok tumben cepet (FYI, waktu menunjukkan jam 18.30, biasanya paknya pulang jam 23an)
Paknya: Iyo, saiki lek mulih gak iso bengi. Kudu istirohat nang omah. Padahal yo kerjaan jik akeh (sambil setengah tersenyum)
Aku: oooo…. Iyo se (sambil ketawa dlm hati. Saknoe rek pak iki… wkwkwkwkwk)
FYI juga, paknya bukan karyawan low level yang punya jam kerja, paknya ini jam kerjanya terserah dia sendiri.
Selain itu beberapa saat lalu juga ada kejadian yang menarik. Alkisah, terjadi sebuah kesalahan dalam aplikasi, yang menyebabkan data elektronik dan data fisik tidak sesuai, sehingga harus di crosscek manual antara data fisik dan data elektronik, padahal transaksi terjadi setiap hari, dan jumlahnya ratusan. Bisa ditebak, ada bertumpuk-tumpuk dokumen yang harus divalidasi ulang dan dengan sangat terpaksa, ada lembur dadakan.
Kejadian menariknya terjadi ketika jam menunjukkan sekitar pukul 18 (jam kerja normal berakhir pukul 17), ponsel dari beberapa teman kerja yang kebetulan sudah berkeluarga mulai berdering dengan tempo yang hampir bersamaan. Ndak beberapa lama kemudian juga terdengar percakapan telepon yang kurang lebih sama antar orang; “belum selesai ni”, “iya, belum tau kapan selesainya”, “masi agak banyak kerjaannya”, “nanti aku kabari lagi ya”, dsb. Mungkin emang saking ndadaknya dan pingin cepet-cepet pulang, sampe mereka gak sempat ngabari istri kalo ada lembur mendadak. Kita yang masih bujang si enjoy aja. Orang tua mana pernah nanyain? Paling kalo dah pulang baru ditanya knapa kok malem. Hehehe.
So, still thingking about commitment?
*OFFENSE MODE*
Apapun pilihannya, saya kira itu tetap sebuah komitmen. Misal komitmen untuk menikah dengannya yang ada di A********.
Sehingga menolak komitmen untuk menuju yang tercepat. Ya kan Ndra?
Oleh: Ali S Kholimi on November 14, 2007
at 8:58 am
betul mas, sepertinya aku salah kasih judul. Mungkin judul yang tepat adalah ‘ingin menikah? pikirkan lagi!’
Oleh: Hendrawan on November 14, 2007
at 9:28 am
Hwahaha, bener juga, kejadian yang sama juga terjadi di sini
Oleh: Rudy on November 14, 2007
at 10:08 am
lah, aku blom nikah, tapi dulu pas masi macul sering dapet telpon begituan
Oleh: vend on November 14, 2007
at 10:20 am
@RUdy:
memang terjadi di mana-mana
benar kan
@Vendy:
Justru harus dibiasakan sebelum waktunya ven, biar ndak ngerasa kalo kebebasan terkekangi
Oleh: Hendrawan on November 16, 2007
at 6:09 am
Trus gimana ndra?
Tapi itu suatu hal yang baik sebenernya…
Kalau nggak ada yang ngingetin bablas terus sampai pagi.
*jadi pengen ada yang ngingetin
*
Oleh: dnial on November 19, 2007
at 8:03 pm
Ndak gimana-gimana. Semua itu bergantung pada gimana yang bersangkutan menyikapi keadaan. Yang jelas fakta kejadiannya seperti itu. Kalo dianggep enjoy ya enjoy, kalo dianggep mengekang ya bakal terkekang. Sesuatu yang buatku aku anggap kekangan bisa aja di kamu malah jadi sebuah perhatian yang penuh dengan kasih sayang
Oleh: Hendrawan on November 20, 2007
at 9:49 am
still think about commitment. lha wong kerja kan buat masa depan juga, lembur juga demi mempertahankan kerja (untung-untung kalo bisa cepet naik pangkat). tapi kalo punya istri nggak pengertian… wah ya bisa gawat
trus kamu takut nggak bisa commit dengan yang di A******** itu tha
Oleh: dr on November 20, 2007
at 11:29 am
d’juga suka telp klo mas yusuf blm pulang2 mpe jam 6lebih…
) lagian rasanya lega aja klo bisa denger suaranya baek2 aja..
bukannya g’blh lembur sih… tp cuma kwtir aja klo g’ada kabar dr dia…(secara dia itu jarang ada pulsa
Oleh: d' on November 25, 2007
at 2:35 pm
wwwaaaaaaaaaaaaa……………….
,,,,,, jadi iri ,,,,,,,,,
Oleh: Arif Hidayat on November 28, 2007
at 2:13 am
@dr:
nanti aku bikin postingan lagi tentang yang namanya ‘kompromi’. Lagi dicompile
@d’:
jadi iri…..
@arif:
sama
Oleh: Hendrawan on Desember 7, 2007
at 7:18 am
Hmmm.. Kayaknya aku punya feeling kamu posting seperti ini karena ingin dikekang! Wkwkwkwk.. Becanda ^_^ Kalau hal tersebut tidak berlebihan, rasanya tidak pantas disebut kekangan. Namun jika berlebihan, itu baru disebut hidup dalam penjara hehehe..
Oleh: alief on Desember 25, 2007
at 11:48 am
setuju ama mbak de’ si..
bukan berarti ditelfon-telfon gitu karena ingin membatasi ruang gerak, tapi karena sekedar memastikan bahwa sang suami/calon suami/calon bapaknya anak-anak/pacar dalam keadaan baik-baik saja.
Lagipula, untuk wanita, dalam keadaan kawatir, menelfon pasangan bisa menjadi media pelarian kekawatiran itu sendiri.
*teori ngaco.. kabur ah..*
Oleh: sari on Desember 27, 2007
at 6:58 am
[...] 3 Domains to go: Ramalan.us, spmb.us, lirikindonesia.us Yeah, I bought 3 domains last night from Bahamuth, which is a guy who is wondering a commitment domain and hosting reseller at my campus. This is not [...]
Oleh: 3 Domains to go: Ramalan.us, spmb.us, lirikindonesia.us // Freaky Code on Desember 28, 2007
at 3:16 am
[...] on Dec 27, 2007in Personal Life, Web Things Yeah, I bought 3 domains last night from Bahamuth, which is a guy who is wondering a commitment domain and hosting reseller at my campus. This is not [...]
Oleh: 3 Domains to go: Ramalan.us, spmb.us, lirikindonesia.us at (it)gossips on Desember 28, 2007
at 4:09 am
mampir boss…selera template kita sama yaa…
Oleh: deden on Desember 29, 2007
at 9:07 am
Mas, kadang2 tanpa adanya komitmen malah membuat kita(bagi sebagian orang) kehilangan arah. Mungkin kita yang mengejar karir tentunya tidak ingin berkomitmen dulu ataupun yang ingin berkomitmen hanya memandang karir sebagai mesin penghasil uang saja.
Kalo menurut pendapat saya, namanya yang jadi manusia harus ada keseimbangan.
Oleh: Sesa on Februari 26, 2008
at 1:46 am
Yang saya
khayalkantahu, Kalo menikah dengan seseorang yang merupakan soulmate kita (dimana kita merasa nyaman bila berada didekatnya) pasti senang. Saat bertemu jadi penghilang rasa capek. Telepon darinya merupakan obat penambah semangat.Btw, Di telpon waktu ada lembur mendadak khan merupakan bentuk perhatian. Menunjukkan kecemasan kalo-kalo terjadi hal yang tak diinginkan. maksudnya kecelakaan atau apa
Tapi, bagi yang jomblo, selamat ngejomblo deh.
Oleh: Snowie on April 5, 2008
at 9:46 am