“Duh, hostingku mulai lelet ni, padahal yang ngakses situsku tambah banyak. Banyak yang komplain de. Order2 pada batal. Gimana ya…?”
Solusinya tentu saja: pindah ke web hosting yang lebih cepat! Jika target visitor kita adalah orang Indonesia, maka sebaiknya gunakan web hosting yang terkoneksi langsung dengan IIX, dimana hampir semua ISP-ISP Indonesia juga terkoneksi dengan IIX, sehingga akses pengunjung dari Indonesia akan jadi sangat cepat. Contoh web hosting IIX yang cepat dan bagus adalah AhliHosting.Com (ngiklan sedikit boleh dong :P)
Sekarang permasalahan baru muncul, pindah hosting tentu tidak segampang membalikkan telapak tangan. Pindah hosting ibaratnya seperti pindah lokasi toko. Anda harus memboyong barang2 anda dari toko lama ke toko baru dan menyiapkan tempat dan ruangan di toko baru sehingga dapat menampung properti2 anda yang lama. Belum lagi di masa pindahan tersebut, anda tidak bisa melayani pengunjung toko anda.
Bagaimana solusinya?
Tips berikut bisa anda lakukan untuk melakukan perpindahan hosting tanpa harus mengalami downtime. Disini diasumsikan anda telah memesan account di provider web hosting baru anda dan sudah mendapatkan username.
1. Backup seluruh data dari provider hosting lama anda. Termasuk setting email, setting database, dan public_html. Kosongkan inbox anda, karena jika anda menggunakan cara ini, inbox anda tidak akan ikut terkopi. Tambahan tips: jika web hosting lama dan web hosting baru anda sama-sama menggunakan cPanel, maka anda dapat melakukan full backup dari web hosting lama anda, sehingga anda tidak perlu melakukan backup data anda satu per satu.
2. Upload file backup tersebut ke provider web hosting baru anda. Setiap provider hosting biasanya mempunyai alamat IP yang dapat anda gunakan untuk mengupload file meskipun domain anda belum anda arahkan kesana. Tanyakan pada provider web hosting baru anda untuk mendapatkan alamat IP ini. samakan setting public_html di web hosting baru dengan yang lama, juga restore kembali backup-backup dari database dan setting email. Tambahan tips: jika web hosting lama dan web hosting baru anda sama-sama menggunakan cPanel, dan anda telah melakukan full backup pada langkah sebelumnya, anda cukup mengupload full backup tersebut ke web hosting baru anda dan menghubungi support team mereka untuk merestorekan full backup tersebut (anda harus menghubungi support team karena hanya administrator system yang bisa melakukan restore).
3. Pastikan setting pada web hosting baru anda sudah sesuai dan dapat website anda dapat berjalan dengan normal. Seperti yang telah disinggung tadi, provider hosting biasanya punya alamat IP sementara yang dapat digunakan untuk mengakses website anda sebelum domain anda diarahkan ke sana. Jika web hosting baru menyediakannya, cobalah untuk mengakses website baru anda dan pastikan semuanya berjalan lancar. Jika provider hosting baru anda tidak menyediakannya, tidak apa-apa, pastikan saja bahwa anda telah:
a. Memindahkan seluruh file public_html dan file-file lain yang dibutuhkan script anda (biasanya tidak sampai keluar dari direktori public_html).
b. Memindahkan seluruh tabel database anda beserta isinya. Anda dapat melakukannya lewat phpMyAdmin.
c. Membuat account email di web hosting baru anda seperti account-account yang ada pada web hosting lama anda.
d. Menyesuaikan path-path pada script anda sehingga sesuai dengan kondisi web hosting baru anda (alamat path dapat anda lihat pada cPanel, atau tanyakan pada support team).
Jika anda melakukan full backUp, harap diingan bahwa poin (d) tidka tetap harus anda lakukan secara manual.
4. Setelah selesai, langkah terakhir adalah login ke domain provider anda, dan arahkan nameserver ke web hosting baru (tanyakan pada support team). Pada masa transisi ini (bisa terjadi maksimal 3-4 hari setelah poin 4 dilaksanakan), sebaiknya anda tidak menerima order secara online, dan mematikan fungsi2 yang berhubungan dengan update database. Dikarenakan pada masa ini pengunjung bisa saja masuk ke web hosting baru atau web hosting lama anda, sehingga dikhawatirkan dapat terjadi ketidak konsistensian data.
5. Setelah 4 hari, cek dengan WHOIS untuk memastikan web hosting baru anda telah aktif (lihat pada bagian nameserver, cek apakah sudah benar mengarah ke web hosting baru anda). Jika setelah 4 hari dan semua berjalan normal, maka anda dapat meninggalkan provider web hosting lama anda dan membuka kembali toko online/website anda.
Ditulis dalam My Research