Alkisah ada sekelompok angkatan baru tentara gerilya spesialis serangan jarak pendek (untuk seterusnya disebut ’scarlet legion’) yang khusus direkrut oleh kaum spartan untuk menaklukkan antah berantah timbuktu. Misi khusus yang harus mereka emban adalah menghancurkan menara pemerintahan timbuktu setinggi 18 lantai dengan serangkaian dungeon dan raja yang berpusat di lantai 9.
Scarlet legion pada awalnya beranggotakan 12 orang ksatira-srikandi pemberani dari seluruh penjuru dunia, namun setelah melewati kobaran api kawah candradimuka, masuk tenda jalan jongkok, kluar tenda lompat kodok, dicaci dimaki dan dibentak-bentak, akhirnya keluarlah 5 orang ksatria pemberani yang lolos dari lubang jarum. Mereka kemudian bersumpah dengan segenap hati mereka untuk setia pada tanah air spartan tercinta. Singkat cerita, berangkatlah mereka berlima ke medan perang. Sebut saja mereka Zack the Amazon, Nosferatu the Paladin, Riu die sorcerer, Z the Barbarian, dan yang terakhir adalah Steph the Necromancer. Berlima saja? Tentu tidak, untuk membimbing mereka, tak lupa kaisar spartan mengirimkan seorang jendralnya untuk mendampingi mereka.
Dengan bermodal semangat baja, pedang tajam yang baru diasah, dan tekad selangit untuk melebarkan tanah spartan dan menyelesaikan misi yang mereka emban, berangkat lah mereka menuju medan pertempuran. Dungeon demi dungeon mereka masuki, raja demi raja mereka kalahkan, namum ujung perjalanan tak kunjung tiba. Lelah, stress, penat, dan peluh membanjiri tubuh mereka yang mulai lelah bertempur. Entah karena musuh terlalu banyak atau malah terlalu gampang dikalahkan sehingga mereka tidak/belum dapat kesempatan mengeluarkan kemapuan penuh mereka yang mereka latih selama training di kawah candradimuka.
Bangun pagi, perang, masuk dungeon, lawan minion, habisi raja, menang, tidur. Paginya bangun lagi, perang, masuk dungeon, lawan minion, habisi raja, menang, tidur. ‘Infinite looping’ kalo katanya programmer (sory ya buat programmer-programmer di luar sana, minjem istilah doang kok). Sampai suatu saat dimana sebagian besar dari mereka bosan dengan rutinitas yang ada (ya iya lah, kalo menang terus kan bosan, kadang musuh tu harus susah dikalahin biar gak bosen. ya… sehari 2 URF baru cukup lah *ups*). Bang zack de zeppelin pun punya usul brilian untuk mengompori semangat juang tim spartan yang sudah mulai mengendor. Dibikinlah sebuah panggung musik akbar untuk menyambut kemerdekaan RI yang ke (euh, ada yang nasionalismenya tinggi dan tahu 2008 tu kemerdekaan RI keberapa?). Tidak tanggung-tanggung, Rossa dan Addie MS pun direkrut untuk membimbing mereka menyiapkan panggung akbar itu.
Awal cerita inti bermula dari sini. Karena mereka pada dasarnya tentara khusus yang sudah dicuciotak dan ditanamkan paham bahwa hidup adalah berperang dengan sedikit hobi musik, mereka kemudian berkolaborasi dengan pejuang dari negara lain (sebut saja geng cinta dari sparta) yang agak sedikit beda prinsip dengan tentara persian. Tentara spartan ini ternyata adalah musikus yang hobinya berperang. Ho… kalian tahu apa yang terjadi jika kutub utara dan kutub selatan magnet berdekatan, mereka akan tarik-menarik
Meskipun musikus sejati di persia sebenarnya hanya bang Z dan Riu, tapi itu tidak menyurutkan semangat rekan-rekan persian yang lain untuk menyemarakkan ulang tahun tanah air Indonesia tercinta ke-63)
Karena berbeda negara asal, geng cinta dan the-a-team tentu awalnya penuh rasa canggung dan malu-malu seperti anak kecil ketemu gebetan. Gugup, deg-deg-an, dan Salting, terlebih melihat satu-satunya srikandi geng cinta yang cantik nan menawan, baik hati, serta tidak sombong, pinoy the Kerosine. Tak lupa juga duet maut Pinky and the Brain, juga Pasha Sitompul lead instrument dari geng cinta, dan terakhir, Code name MsVB6. Meskipun deg-deg-an setengah mati sampai tak mampu memandangi paras cantik sang srikandi sparta, demi niat suci memeriahkan kemerdekaan tanah air Indonesia tercinta, geng cinta dan the-A-team sepakat mengadakan latihan rutin setiap hari senin selesai perang. Bahkan, mereka pun rela melakukan gencatan sencata dengan tentara timbuktu dan melakukan kolaborasi khusus pada hari selasa esoknya.
Brainwash ‘work hard’ yang sudah ditanamkan petinggi-petinggi militer persian perlahan mulai runtuh. Sifat-sifat asli persian mulai keluar, terlebih setelah geng cinta spartan menanamkan paham baru ‘work hard, party harder’ kebada tentara-tentara persia tak berdosa yang terlanjur bersumpah setia sehidup semati pada persia tercinta. Sedikit intermezzo, geng cinta sparta ini ternyata tidak hanya hobi musik. Mereka hobi banget jalan-jalan. Well… pepatah jawa mengatakan, jangan membangunkan macan tidur. The-A-Team sparta pun akhirnya luluh dan tidak tahan godaan dan mendapatkan kembali insting lama mereka yang terpendam. Setelah seminggu lelah berperang, weekend mereka habiskan untuk hedon euy! Tak tanggung-tanggung, warung pinggir BP, kafe blenger, hanamasa, hokben, mcd, bakmi japos, sate padang, obonk steak, makaroni panggang, the jungles, bahkan kota bandung dan rumah makan selasih pun sampai dijajah, hanya untuk memuaskan adrenalin para-para hedonis muda yang tak punya tanggungan hidup, wkwkwkwkwk
*duh, dah ngantuk ni*
What I’m trying to say is just; Thank you for a great life you guys made in here. It’s fascinating. Makes me feel no lonlely. Don’t know how I can live without you guys
Khusus buat kamu-kamu yang ngerasa cakep, silahkan kunjungi dan ikuti Beauty contest Look Of The Year (